Kehamilan trimester 1 menjadi masa penting bagi ibu dan perkembangan janin. Periode ini berlangsung sejak awal kehamilan hingga sekitar 12 minggu. Pada tahap ini, ibu mulai mengalami berbagai perubahan tubuh, sementara perkembangan awal janin berlangsung dengan cepat.
Pemeriksaan kehamilan sejak awal juga penting untuk memantau kondisi ibu dan perkembangan janin.
Lakukan Pemeriksaan Kehamilan Sejak Awal
Setelah mengetahui kehamilan, buat jadwal pemeriksaan dengan dokter, bidan, atau tenaga kesehatan yang sesuai. Pemeriksaan awal membantu tenaga kesehatan mengetahui kondisi ibu serta menentukan pemeriksaan yang diperlukan selama kehamilan.
Pada trimester pertama, tenaga kesehatan dapat melakukan pemeriksaan seperti tekanan darah, berat badan, pemeriksaan darah, pemeriksaan urine, serta pemeriksaan lain sesuai kondisi ibu. Pemeriksaan tersebut membantu mendeteksi berbagai faktor yang dapat memengaruhi kehamilan.
WHO juga merekomendasikan pemeriksaan ultrasonografi pada awal kehamilan atau sebelum 24 minggu untuk membantu memperkirakan usia kehamilan dan menilai perkembangan kehamilan.
Perhatikan Asupan Nutrisi
Kebutuhan nutrisi perlu mendapat perhatian selama kehamilan. Ibu sebaiknya mengonsumsi makanan beragam yang menyediakan sumber protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, serta serat.
Pilih makanan yang segar dan bergizi, lalu sesuaikan jumlahnya dengan kebutuhan tubuh. Jika mual membuat nafsu makan berkurang, ibu dapat membicarakan pilihan makanan dan pola makan yang sesuai dengan tenaga kesehatan.
Asupan makanan bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Tenaga kesehatan dapat memberikan suplemen tertentu sesuai kebutuhan ibu selama kehamilan.
Perhatikan Asupan Asam Folat
Asam folat menjadi salah satu nutrisi penting pada awal kehamilan. WHO merekomendasikan konsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari sejak sebelum hamil hingga usia kehamilan 12 minggu untuk membantu mencegah cacat tabung saraf pada janin.
Selain suplemen, makanan yang mengandung folat juga dapat menjadi bagian dari pola makan selama kehamilan. Tenaga kesehatan dapat membantu menentukan kebutuhan nutrisi sesuai kondisi masing-masing.
Hindari Rokok, Alkohol, dan Zat Berbahaya
Ibu hamil perlu menghindari rokok dan paparan asap rokok. Alkohol serta penggunaan zat tertentu juga perlu dihindari selama kehamilan.
Jika ibu sedang menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan. Tidak semua produk yang tersedia bebas cocok digunakan selama kehamilan.
WHO menyarankan ibu hamil membicarakan penggunaan alkohol dan zat lainnya dengan tenaga kesehatan sejak awal kehamilan.
Perhatikan Aktivitas Fisik
Kehamilan tidak selalu berarti ibu harus berhenti melakukan aktivitas fisik. Namun, jenis dan intensitas aktivitas perlu menyesuaikan kondisi kehamilan.
Ibu dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai aktivitas yang aman. Jika muncul keluhan tertentu saat beraktivitas, jangan memaksakan diri dan segera tanyakan kepada tenaga kesehatan.
WHO juga memasukkan aktivitas fisik sebagai bagian dari konseling kesehatan selama kehamilan.
Istirahat dan Jaga Kondisi Tubuh
Perubahan hormon pada trimester pertama dapat membuat ibu merasa lebih mudah lelah. Karena itu, berikan waktu yang cukup untuk beristirahat dan jangan memaksakan aktivitas ketika tubuh terasa terlalu lelah.
Mual dan muntah juga sering menjadi salah satu keluhan pada awal kehamilan. Jika keluhan tersebut membuat ibu sulit makan atau minum, konsultasikan kondisinya kepada tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang sesuai.
Selain kondisi fisik, kesehatan emosional juga perlu diperhatikan. Rasa cemas atau perubahan suasana hati dapat muncul selama kehamilan.
Baca Juga : Tips Menjaga Kesehatan di Musim Pancaroba
Jangan Mengonsumsi Obat Sembarangan
Tidak semua obat aman digunakan selama kehamilan. Karena itu, hindari membeli atau mengonsumsi obat tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, termasuk obat yang sebelumnya biasa digunakan sebelum hamil.
Sampaikan kepada dokter atau bidan semua obat, vitamin, dan suplemen yang sedang dikonsumsi. Informasi tersebut membantu tenaga kesehatan menentukan pilihan yang sesuai dengan kondisi kehamilan.
Jika dokter sudah memberikan obat atau suplemen, ikuti aturan penggunaan yang diberikan dan jangan mengubah dosis sendiri.
Kenali Tanda yang Membutuhkan Pemeriksaan
Ibu hamil perlu mengetahui tanda-tanda yang membutuhkan pertolongan medis. Perdarahan dari vagina, nyeri perut yang berat, sakit kepala hebat, demam tinggi, atau pembengkakan tertentu dapat menjadi alasan untuk segera mencari pertolongan medis.
Jangan menunggu sampai keluhan menjadi lebih berat jika ibu merasa ada sesuatu yang tidak biasa. Hubungi tenaga kesehatan atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penilaian yang tepat.
Pada kondisi tertentu, gejala dapat terlihat ringan tetapi tetap membutuhkan pemeriksaan. Karena itu, keputusan mengenai tingkat risiko sebaiknya berasal dari tenaga kesehatan yang mengetahui kondisi ibu.
Catat Informasi Penting Selama Kehamilan
Menyimpan catatan pemeriksaan dapat membantu ibu mengikuti perkembangan kehamilan. Catatan tersebut juga berguna ketika ibu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang berbeda. Informasi yang lengkap membantu mereka memahami riwayat dan kondisi kehamilan dengan lebih baik.
Trimester pertama merupakan waktu yang tepat untuk mulai membangun kebiasaan sehat selama kehamilan. Pemeriksaan rutin, pola makan bergizi, asam folat sesuai anjuran, aktivitas yang aman, serta perhatian terhadap tanda bahaya dapat membantu ibu menjalani kehamilan dengan lebih terarah.
